
Doni Nuryadi
, Posted in
Otomotif
,
0 Comments


Rem
Rem berfungsi sebagai pelambat laju kendaraan atau u/ berhentinya kendaraan di saat kendaraan melaju.
Sebenernya siapa sie yang lebih pantas!!!
Cakram or Tromol ya!!
Pertanyaan ini seringkali menyambangi hati para bikers. Beberapa varian sepeda motor bebek 4tak tanah air telah mengadopsi rem jenis cakram pada roda belakangnya. Yaitu pada New Honda Supra X 125 R dan Suzuki Shogun SP. Masing-masing jenis rem baik rem cakram maupun rem tromol, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Rem cakram mempunyai daya melepaskan panas yang lebih baik dari rem tromol. Karena rem cakram bersifat terbuka. Piringan cakram diapit oleh master rem. Piston pada master rem bertugas menggerakkan kampas untuk mengerem. Pada rem cakram, ketika kita tarik tuas rem (pada rem depan) atau injak pedal rem (pada rem belakang), pompa hidraulik bekerja mengalirkan minyak rem untuk mendorong piston rem menggerakkan kampas rem. Inilah sebabnya sistem pengereman menggunakan rem cakram disebut cakram hidraulik. Kelebihan rem cakram yaitu lebih pakem ketimbang rem tromol. Posisi kampas rem harus pas agar tidak seret. Kekurangannya, terkadang jika dipasang pada roda belakang, roda sering mengalami selip. Namun gejala ini sepertinya tidak terjadi pada Honda Supra X 125 dan Shogun SP. Karena mereka memakai rem Nissin bawaan pabrik. Yang membuat selip atau sliding, ketika kita mengadopsi sistem pengereman Satria R120.
Di sisi lain, meskipun rem tromol kalah pakem, rem tromol lebih aman. Karena sistem pengeremannya tertutup. Sehingga sistem pengereman lebih aman di kala hujan karena lebih sulit kemasukan air. Yang kedua, kekuatan pengeremannya lebih merata pada bagian tromolnya sehingga cenderung tidak menimbulkan gejala sliding.
Kelebihan inilah yang menyebabkan rem jenis tromol masih dipertahankan. Tidak mudah selip dan tidak kemasukan air. Cocok pula untuk pengemudi pemula. Kalau memakai rem cakram pada roda belakang, sebaiknya skill berkendara harus bagus agar laju motor tetap terkendali meskipun sliding. Ketika berkendara saat hujan, otomatis permukaan rem cakram basah terkena air. Ini menyebabkan menurunnya kinerja sistem pengereman.
udah dulu ya !!!!

Doni Nuryadi
, Posted in
Otomotif
,
0 Comments
Sejauh mana kapasitas mesin mempengaruhi anda ketika membeli sepeda motor? Misal, Anda dihadapkan untuk memilih motor bebek 100cc, 110cc, 115cc dan 125cc. Lalu ketika berorientasi untuk memilih motor bebek yang irit, Anda memilih yang punya kapasitas paling kecil. Sedang ketika menginginkan motor dengan peforma bagus, Anda akan memilih yang memiliki kapasitas mesin paling besar.
Memang tak salah bila Anda masih berfikiran seperti ilustrasi di atas. Namun saya (mohon maaf sebelumnya) akan menyebut Anda sebagai orang yang berfikiran pendek. Kenapa? Karena pada dasarnya perbedaan diantara kapasitas mesin yang begitu kecil tidak akan berpengaruh signifikan pada karakteristik motor-motor tadi.
Honda Supra X125 misalnya, meski kapasitas mesinnya 125cc tapi ternyata lebih irit 16% dari Honda Revo 100cc. Data ini bukan hanya didapat dari hasil tes yang pernah dilakukan kru OTOMOTIFNET, tapi pihak Astra Honda Motor (AHM) pun mengakui hal yang sama.
Artinya, konsumen termasuk saya dan Anda sekalian sudah seharusnya lebih selektif menilai karakter motor idaman sebelum memutuskan untuk membelinya. Bila mengejar performa atau konsumsi bahan bakar ada baiknya melihat spesifikasi dan teknologi yang digunakan secara detail. Motor dengan teknologi terkini diklaim punya banyak fitur yang membuatnya makin irit bahan bakar atau makin bertenaga.
Contohnya sistem rocker arm yang dilengkapi roller, pada perinsipnya sangat baik untuk mengurangi gesekan antara camshaft dan rocker arm. Selain itu buka tutup klep juga jadi lebih presisi. Sehingga pembakaran makin sempurna dan terkurangi dari beban gesekan yang berlebihan. Yang bisa membuat mesin makin bertenaga tapi hemat bahan bakar.
Begitu juga dengan teknologi injeksi yang juga mengatur bahan bakar dengan sangat presisi sehingga tak banyak bahan bakar yang terbuang sia-sia. Tapi pembakaran juga selalu sempurna karena rasio bahan bakar dan udara selalu terjaga oleh perangkat elektronik, bukan kondisi dari luar seperti pada motor karburator. Dan banyak lagi teknologi lainnya.
Kalau Anda merasa sulit membedakannya sendiri, data pengetesan dari media massa khusus otomotif bisa dijadikan patokan. Misalnya seperti yang OTOMOTIFNET tampilkan. Hehehe, tanpa bermaksud promosi, tapi jujur dahulu sebelum aktif menulis di media, saya juga selalu berpatokan pada media massa seperti OTOMOTIF atau MOTOR PLUS ketika hendak mencari tahu lebih dalam tentang karakteristik sepeda motor yang akan saya beli.
Selain performa dan konsumsi bahan bakar, ada satu faktor lagi yang biasanya dijadikan pegangan oleh para calon pembeli sepeda motor. Yaitu gengsi. Saya kembali bertanya, apakah motor berkapasitas mesin lebih besar selalu lebih bergengsi dimata Anda? Kala saya pribadi jawabannya belum tentu, selama perbedaan kapasitasnya tidak terlalu drastis ya. Kalau cuma 5 sampai 10cc sih enggak terlalu berpengaruh.
Fitur dan desain justru menjadi perhatian lebih buat saya. Kelengkapan fitur indikator di speedometer dan di area kemudi, jenis pelek yang dipakai jari-jari atau sudah cast wheel, desain secara keseluruhan. Kelengkapan safety seperti jenis perangkat pengereman sudah disk brake atau masih tromol dan faktor ergonomi justru jadi beberapa alasan menilai gengsi sebuah motor.
Kini kembali pada Anda, apakah Anda sepakat dengan saya? Atau tetap memilih motor berdasarkan kapasitas mesin? Atau punya cara dan penilaian sendiri tentang cara memilih sepeda motor. Ayo di-share rame-rame di sini! Ayo,ayo….